Music

Welcome To Hastasa Teatre

HASTASA (Hasil Aspirasi Seniman Tarbiyah Sunan Ampel) Surabaya

0 komentar

Sekilas Profil Teater Hastasa Surabaya

Teater, mungkin sudah menjadi semacam isme, hingga banyak kalangan merasa perlu mengabadikannya menjadi sebentuk institusi. Meski tidak profit orIented, akhirnya terbentuk juga cekungan emas pada bejana itu. tak urung, beribu niatan datang, berlomba untuk mengisinya menjadi tujuan atau kepentingan. Nah, intersubjektifitasnya niatan ini, kayaknya dapat menyuburkan isme dalam teater.

Lalu, entah apa yang menjadikan peradaban  dunia menjadi seperti ini. Peradaban yang hanya dimonopoli oleh satu garis satu warna, kapitalisme global. Yang pasti ia bukan “angin segar”, tetapi semacam “daun ganja” yang siap meracuni bagi siapa saja yang menghirupnya. Sebenarnya ngomong counter discourse, counter hegemoni atau counter culture. Tetapi tidak dipungkiri, makhluk itulah yang menjadi modus resistensi di masyarakat.

Tidak banyak sebenarnya yang coba diinginkan, cuman setidaknya dari sekian banyaknya makhluk manusia. harus ada yang bersuara, agar ada dinamisasi dan equilibilitas kebudayaan di belahan dunia ini.

Berawal dari sebuah perkumpulan biasa, beberapa mahasiswa Fak. Tarbiyah mempunyai inisiatif mendirikan sebuah wadah keseniaan untuk menumbuh-kembangkan keseniaan (teater) yang bersifat islami. Maka, sebagai generasi yang merasa memiliki sejarah, beberapa mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang tergabung dalam GENTA (Generasi Tarbiyah) merasa terpanggil untuk menciptakan wadah kesenian bagi para peminat seni, untuk mewujudkan impian tersebut. Tepatnya tanggal 28 November 1992 wadah tersebut terbentuk dengan Moh. Faruq Assegaf sebagai ketuanya. Beberapa saat kemudian, seiring adanya dinamisasi wacana yang mereka geluti, nama GENTA (Generasi Tarbiyah) sepertinya kurang mewakili untuk dijadikan sebagai simbol perwakilan kultur mereka, kemudian HASTA (Hasil Aspirasi Seniman Tarbiyah) adalah pilihan nama yang mereka anggap cukup representatif. Namun darah kreasi rupanya tak pernah beku mengalir dalam setiap persendian perjuangan para anak muda tersebut. Kemudian lewat perdebatan yang cukup panjang, dan perenungan yang lama, akhirnya di tahun 1994 HASTA mengalami konversi menjadi HASTASA (Hasil Aspirasi Seniman Tarbiyah Sunan Ampel). Dan akhirnya nama ini yang cukup mewakili segenap ciri dan khas para penggagasnya. Hingga menjadi ruh komunitas ini sampai detik ini.

Bengkel kreasi dan nurani teater HASTASA. Akhirnya wadah kesenian ini tidak saja menjadi kebanggaan bagi warganya, namun juga menjadi icon bagi masayarakat tarbiyah ataupun IAIN sunan ampel pada umumnya. Tentu anggapan itu bukan hanya isapan jempol. Menapaki usianya yang ke 20, bulan November 2012 lalu. Selama itu pula, teater HASTASA telah beberapa kali menunjukkan eksistensinya dengan berbagai karya yang ia telorkan, diantaranya :

TEATER
Puisi Anak Negeri” (Sofwan, 1992), “Trotoar” (Sofwan, 1992), “ Sajak Kursi” (Sbastian Dayat, 1993), “Ghurur” (Sofwan, 1994), “Dingdong” ( A. Muhammad, 1994 ), “Bunga Hitam” ( Sbastian Dayat, 1994), “Singa Padang Pasir” (A. Muhammad, 1994), “Balada Si Bino” (Ujang, 1995), “Cermin-cermin” (Holili-Jurianto-Nur Ulwiyah, 1995), “Monolog Dan Kematian” (Sbastian Dayat, 1995), “Fermentasi” (Sbastian Dayat, 1995), “The Death Of Sukardal” (Holili, 1996), “Nyanyian Sunyi” (Holili, 1996), “Hompimpa” (Asmuni, 1996), “Ketika Pawai Berakhir” (Holili, 1996), “Phobia” (A. Muhammad, 1996), “Spektrum Kepala” (Ghandi, 1997), “Perempuan Laut” (Dodik Yan Masfa, 1997), “zool” (Akhol Firdaus, 1997), “Keheningan di Ruang Santai” (Dodik Yan Masfa, 1998), “Senja Kematian Cinta” (Baqiatus Shalihah, 2000), “Perempuan Ibra” (Erik, 2002), Origami” (Muslicha, 2003), “Noor” (Inay, 2004), “Marzuki Markonah” (Sugito, 2005), “Barzah” (Qitfirul, 2005), “Transbiosek” (Asrori, 2006), “Mengapa Aku Terlahir” (Sholihul, 2007), “TE” (Mukarromah, 2007),”KonTRAVeRsi Wak Lan”(Labibi, 2008), “ EgoMani”(Sholihul, 2008), “Lingkungan Kita Si Mulut Besar” (Zaim, 2008), “Republik Teror” (Nanang, 2009), De Ponten part 1 (Hari Kurniawan, 2009), “Radirasa” (M. Arqom, 2009), “De Ponten part 2” (Hari Kurniawan, Cak Durasim 2010), “Mak” (Labibi, 2010), “Orang sakit” (Kendi, 2011), “Nadi” (Betel, 2011) “La-Murjero” (Zaim, 2012), “Pejalan Jauh” (Kendi, 2012)

FILM
“Tarbiyah Vaganza” (Kurniawan, 2008), “Roman Ilalang” (Gatot, 2009) “Testimoni Hastasa”,Oscar ‘12” (Fahrur Rozi, 2012).

Disamping itu HASTASA secara rutin mulai tahun 1995 mengikuti LDLK (Lomba Drama Lima Kota) yang diadakan oleh seniman Surabaya pada setiap dua tahun sekali di Gedung Kesenian Cak Durasim Jl. Genteng Kali dan pernah meraih Juara Umum pada tahun 1995, dengan pementasan, yaitu  “FERMENTASI “ yang disutradarai oleh Sbastian Dayat.
Selama itu pula, HASTASA telah beberapa kali melaksanakan reformasi kepengurusan dengan ketua umum : Muhamhad Faruq Assegaf (1992-1993), Sbastian Dayat (tahun 1993-1994), Amin Muhamad (1994-1995), Kholili (1995-1996), Taufiqurrahman (1996-1997), Umar Faruq (1997-1998), Mauluddin (1998-1999), Sunarto (2000-2001), Rudiyanto (2001-2002), Aris Muhibullah (2002-2003), Fatchur Rohman (2003-2004), Qitfirul Aziz (2004-2005), Sh. Ubaidhillah (2005-2006), Ihsanuddin Asrori (2006-2008), Nanang Kurniawan (2007-2009), Ahmad Masyhud Labibi (2009-2011), Muhammad Arqom Hidayat (2011-2012), Muhammad Alaika Sa’dullah (2012-2013), Rofi’ullah Mu’adzin (2013-Sekarang).

Teater merupakan prioritas bidang pengkaryaan yang diunggulkan. Namun tidak berarti lantas buta dengan dunia keseniaan lainnya. Dalam dunia sastra HASTASA telah melahirkan banyak penyair-penyair muda. Antologi Puisi “Gerimis Altar” adalah pembukuan pertama kali karya Karya HASTASA di bidang puisi. Kemudian disusul antologi berikutnya “Pijar Perempuan”. Kemudian musikalisasi puisi juga tidak bisa ditinggalkan ciri lain dari teater HASTASA. Dalam acara-acara formal, baik di kampus maupun di lingkungan Surabaya, teater HASTASA sering memberi suguhan berupa musikalisai puisi.

HASTASA sebagai wadah pengkaderan bagi anggota, rutinitas kesehariannya banyak diisi dengan berbagai kajian. Tidak hanya wacana kesenian yang coba dibedah pemikiran maupun bidang keilmuan lainnya yang juga tak luput dari objek kajiannya.

Demikian dari sekelumit tentang teater HASTASA Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya. salam seni !!!!  Salam budaya !!!

Surabaya, 07 September 2013.


Post a Comment